sosiologi musik

 

apa itu SOSIOLOGI musik > musik itu medium untuk menyampaikan dugaan dan prakiraan2 tentang segala sesuatu hal yang masih berselimut subyektivitas bahkan absurditas persoalan [artifisial] agar bisa ter-raba lewat perasaan , karena hanya bisa diraba lewat perasaan maka hanya perangkat sensitivitas didalam hati yang bisa diberdayakan , organ fisik tubuh seperti jari tangan tidak bisa digunakan untuk menjawab hal tersebut … dalam situasi tertentu , cukup dengan 1 [satu] nada kita harus bisa menyampaikan maksud yang ingin kita utarakan … intangible menjadi ‘tangible’

ada yang membedakan disiplin diranah komponis / komposer dengan arranger / penata musik … komposer berpikir subtil / substansi persoalan yang hendak disampaikan … sedangkan penata musik merancang design tampilan yang harus diwujudkan untuk mewakili wujud pesan

ibarat seorang insinyur berpikir ‘ruang’ secara keseluruhan [alam dan keterlibatan semua unsur lingkungan hidup] … seorang arsitektur berpikir tentang model yang melahirkan struktur bangunan … maka pemusik wajib memahami sosiologi musik agar tidak terjebak kedalam perangkap mengulangi kesalahan yang sama … membuat apartemen mewah diatas rawa tanpa mempedulikan unsur lain yang ada disekitarnya

seperti sudah pernah saya jelaskan disini : saya sendiri menggunakan alat tolak ukurnya lewat strata klas sosial , sosio-ekonomi yg mewakili psiko-sosial

alat musik yang bunyinya do re mi fa so la si do … itu ibarat : alat suntik , rontgen , mri dan hardware lain yang dibutuhkan profesi dokter sebagai media untuk melakukan analisa , diagnosis dan sebagainya … dokter tidak boleh ngarang2 sendiri … demikian pula pemusik sebagai profesi itu juga sama … harus punya alasan untuk disebut ingin menghibur hati orang , tidak boleh asal menghibur sambil mempertontonkan ‘penyakit sosial’ yang hanya membuat syahwat orang supaya ‘ndut2an’ mengumbar hawa nafsu nggak keruan … itu bukan jenis profesi , sebab yg disebut profesi itu selalu disertai etika / kode etik yg merepresentasikan integritas disiplin kompetensi menjunjung norma2 ilmu yang harus dipatuhi > values … karena itulah sebutan profesi berhak atas perlindungan payung hukum profesi

disebut ‘dukun’ bagi bidang pengobatan … disebut ‘pengamen liar’ bagi bidang seni musik , mereka tidak dapat menuntut perlindungan payung hukum , sebab memang tidak berkepentingan dengan pertanggung-jawaban yang ilmiah

bukan sekali dua kali saya menghadapi kalimat2 seperti: “Yock anakku jago main musik lho , dia bisa mainin musik yang susah2 dimainin orang ; … trus kenape’ … hehe , negeri ini tidak butuh orang ‘jago’ , tapi butuh orang2 yang mengerti persoalan … apabila definisi jago itu adalah ilmu kepandaian , maka itu akan bermanfaat apabila orang ybs mengerti persoalan yang dihadapi

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara