kemandirian musik indonesia

mandiri

mengaplikasikan bentuk kerja ideologis yang sedang disusun bersama juga bertujuan untuk mendidik masyarakat agar lebih selektif dalam menentukan pilihan musik yang sesuai dengan kebutuhannya masing2 … masih banyaknya orang indonesia yang membeli tiket pertunjukan tanpa motivasi untuk meng-apresiasi seni yg dimaksud selain sekedar asal nge trend yg dipicu oleh gengsi atau bahkan dimobilisasi/digerakkan oleh merek dagang

untuk itu dituntut kesadaran dari para produser/kreator seni musik itu sendiri agar mampu membuktikan karya2 kreatifnya dengan maksimal , agar publikpun terpola menjadi masyarakat konsumen musik yang kritis dalam menciptakan iklim dunia musik yang akan semakin berkembang kreatif , bukan industri asal murah meriah apalagi gratisan hasil rekayasa industri hiburan … dan hal-hal seperti itu tidak akan bisa terwujud apabila dunia musik masih seperti bayi yang tidak pernah menjadi dewasa , bayi yang harus selalu dirawat dan dijaga yang akhirnya kehilangan daya hidupnya sendiri untuk mengantisipasi realitas kehidupan yg nyata

kelompok ‘kerja ideologis’ ini , harus siap apabila kondisi menuntut untuk tidak menerima upah/honorarium sepeserpun yang biasanya diperoleh dari pihak sponsorship sebagai ‘juru penyelamat’ , selain berharap memperoleh imbalan apresiasi yang nyata dari masyarakat/publik penonton konsernya itu sendiri yang akan turut menghidupi industri dunia musik yg semakin kreatif dimasa selanjutnya … seperti apa yang juga menjadi cita2 bersama dalam proses untuk turut mencerdaskan & kemandirian kita … sebagai bangsa

doeloe soekarno bertanya ‘mana dadamu ini dadaku’ … sekarang giliran kita yang bertanya ‘mana produkmu ini produk-ku’

- 0 -

orang2 genial dibidang musik akan mendapat peluang dan tempat untuk bisa berkarya dengan layak … sebaliknya para petualang seni karbitan / copy and paste akan tersingkir dengan sendirinya

kepastian hukum bukan hanya untuk melindungi HaKI , namun juga melindungi wilayah2 ekonomis serta hak-hak daulat warga negara para artis/kreator seni sebagai sebuah profesi yang formal … musisi dengan pengamen itu beda

terciptanya posisi tawar / bargaining position antar produsen seni dengan pihak industri karena terselenggaranya kesetaraan yg equal

ingin dunia musik di indonesia bisa maju seperti jepang , india , korea dan lain2 [?] … maka benahi cara2nya , semuanya tidak ada yang gratis atau cuma2 , atau tinggal menunggu diturunkan dari atas langit sana … disini saya memberikan sebuah proyeksi untuk menganalisa , bila ada cara2 lain yang belum saya ketahui , mari kita sharing pikiran dan gagasan ber-sama2 @jsop on twiter –  jsop on facebook

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara