musik modern indonesia [?]

menyepelekan dunia seni [musik pop] yang seolah hanya sebatas urusan hiburan , membuka peluang bagi pikiran2 kotor dan liar untuk bertindak se-mena2 [dangdut koplo dll] … umumnya dikatakan : ‘musik tidak bisa merubah dunia’ ; itu cara2 berpikir yang terlalu naif dan sederhana … musik bisa merubah tatanan dunia , namun bukan musiknya yang merubah dunia , musik memotivasi akal sehat didalam pikiran untuk berkehendak merawat hingga merubah tatanan dikehidupannya … dikenal dengan kalimat ‘memberi inspirasi’

musik itu ‘indah’ … karena dia indah maka dia menghibur … jadi harus dipahami secara runut darimana munculnya sebutan ‘menghibur’ diatas

namun yang dipahami dengan ‘keindahan’ itu harus muncul dari watak dan sifat yang jujur … sebab keindahan kalau tidak jujur *tak sesuai dengan realitas … atau hasil dari kebohongan, berdusta , tidak bisa dianggap keindahan yang hakiki … itu jenis keindahan yang palsu alias *cacat

sudah jujur sekalipun belum tentu benar … sebab hasil kebohongan juga bisa menggunakan ‘pembenaran’ … “bahwa saya sudah jujur untuk mengaku sudah berbohong” … pengakuan bohong tidak serta merta menghapus kekeliruan yang sudah dilakukan

maka , agar tidak terombang-ambing dalam pencarian ‘benar’ atau ‘kurang benar’ atau bahkan ‘tidak benar’ …. kebenaran harus bersandar pada kebenaran yang absolute , yakni kebenaran milik yang diatas

bisa ditarik sebagai salah satu kesimpulan bahwa : seni itu mewakili sifat-sifat ke-esa-an

yang saya uraikan diatas adalah kaidah seni sebagaimana yang saya pahami yang insyaallah juga bisa saya taati , namun … seni juga bekerjasama dengan industri … industri punya kepentingan ‘untung / rugi’ … maka dituntut pemahaman yang memadai agar ‘kompromi2′ yang dilakukan untuk menjadi bagian dari industri masih bisa dipertanggung-jawabkan , sesuai dengan kebutuhan2 yang diijinkan oleh nilai2 norma ditengah masyarakatnya sendiri [norma seni dan norma masyarakat]  

kita mau bermusik yang condong mengabdi kepada kaidah seni murni … atau kita mau bermusik guna menjadi bagian dari perputaran roda ekonomi , keduanya sah-sah saja

 seni [musik] juga dibagi menjadi 2 (dua) katagori : a. seni tradisional dan b. seni modern , disebut sebagai produk tradisi lama dan produk tradisi baru … produk tradisi lama mengusung sistim nilai / values dari paradigma masyarakat tradisi lama yang baik dan harus dirawat serta dijaga … produk tradisi baru wajib menjawab tantangan2 jamannya dengan melahirkan karya2 baru yang tidak tercabut dari akar norma2 tradisi lama yang disepakati masyarakatnya … kita tidak boleh mempertentangkan tradisi lama dan tradisi baru … keduanya adalah satu kesatuan budaya

yg disebut musik tradisional itu seperti musik gamelan , slendro , pelok dan alat2 tradisional lain2 yang punya keterkaitan dengan tradisi budaya lokal …. dan itu bukan musik indonesia sebab dimasa itu indonesia belum ada … sedangkan yg disebut musik modern adalah musik yang menggunakan harmoni diatonis [doremifasolasido]

maksud tulisan ini upaya untuk memberikan sebuah pemahaman yang utuh … bahwa musik modern [pop] dengan konsonan harmoni diatonis ‘doremifasolasido’ … bukan produk budaya masyarakat kita , namun produk budaya bangsa eropa yang kita adopsi untuk kita adaptasikan menjadi produk budaya bangsa indonesia

pasca revolusi industri di abad XVlll , harmoni diatonis diatas bukan lagi otonom menjadi milik kebudayaan bangsa2 di eropa , semua bangsa dimuka bumi ini berpeluang sama untuk menggunakan medium harmoni diatonis tersebut sebagai medium untuk berekspresi … medium harmoni diatas adalah bahasa yang universal , sementara konten yang menjadi muatannya adalah bahasa ekspresi dari masing2 masyarakat/bangsa dari setiap wilayah lokal /regional … , sesuai dengan ketentuan ratifikasi di pbb , 
dikenal kemudian musik pop modern india melalui ‘budaya bollywood’ .. musik modern brazil dengan ‘brazilian samba’ … musik modern jepang dengan ‘jrock’ dan dll … lalu , musik modern korea dengan ‘kpop’ …dan akan menyusul lagi produk2 musik modern dari bangsa2 lainnya …

bagaimana dengan musik modern bangsa indonesia [?] … harus dijawab sendiri oleh musisi2 indonesia

‘budaya meniru’ .. atau mengikuti trend/mode dari dunia musik yang lebih maju , bukan hanya melahirkan implikasi hak cipta … namun juga perbuatan yang ‘sia-sia’ … sebab tidak akan melahirkan ‘pengakuan’ eksistensi dari kebudayaan masyarakat lokal dimata dunia 

dalam bahasa dikeseharian : “gilaa euy … musiknya keren banget udah kayak musik orang bule , atau india , atau korea , atau jepang …dan lain2″ … itu perilaku yang naif … ibarat kata harus segera diganti dengan : “malu2in aja … mau jadi bule tapi kulitnya coklat , matanya sipit , idungnya pesek , makannya nasi dan sejenisnya bukan roti isi keju daging setengah mateng … ngomongnya cas cis cus sampai lupa unggah ungguh lupa nimba sumur lupa jemuran disamber angin

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara