profesionalisme panggung2 hiburan

lclr

Tingkat kesulitan yang harus diatasi dalam memainkan komposisi lagu2 lama yg sudah dikenal publik adalah : menghadirkan lagu2 tersebut sesuai dengan bentuk dari karakter aslinya tanpa harus membatasi berbagai ornamen lain yang memang harus disempurnakan atau disesuaikan karena hadirnya teknologi yang sudah jauh berbeda …

Seringkali seorang arranger atau music director terjebak dalam ego kreatif lalu menampilkan bentuk aransemen baru yang kekinian , yang justru berakibat fatal bagi lagu2 yang sudah dikenal tersebut … biasanya dalihnya adalah re-interpretasi atau pembaharuan … itu sama halnya dengan bayi yang sudah lahir menjadi dewasa dan sempurna lalu dimasukkan lagi kedalam incubator untuk dipertaruhkan kembali nasibnya dengan wujud yang baru … salah2 bisa menjadi seekor domba yang hadir kembali dengan kakinya yang tinggal dua

Disisi lain … perkembangan panggung2 pertunjukan musik pop juga membutuhkan partisipasi aktif dari para penonton2nya sendiri … jangan hanya ‘heboh’ didepan [pra-konser] , harapan2 serta berbagai ekspektasi … namun juga pasca konser itu sendiri … budaya membahas , mengevaluasi hingga mengkritisi perlu dibangun … agar kualitas pertunjukkan dari waktu ke waktu yang berjalan bisa dirasakan

Sekarang ini … pertunjukkan kelas kelurahan rt/rw 17 agustusan … bisa diletakkan di gedung2 megah dan mewah , asalkan dengan dukungan teknologi yang ‘wah’ … tanpa merasa sedikitpun unsur2 mubazir yang disadari , hal2 seperti ini pula yang antara lain seharusnya menjadi bahasan dari para pengamat hingga kritikus musik … untuk selalu mengawal berjalannya proses2 modernisasi kedepan

Jujur … saya sering merasa jengkel karena menghadapi situasi2 yang seperti dimaksud diatas … musisi yang kerjanya montang manting dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik … kerapkali diabaikan begitu saja , lalu dianggap sama rata dengan hasil kerja musisi2 yang kerjanya seenak perutnya sendiri … mentang2 merasa populer , profesionalisme yg berkembang di panggung2 pertunjukkan musik baru sebatas menyentuh ‘profesional’ dibidang management produksi yg lebih tepat disebut kontraktor proyek … sementara aspek kontent / materinya sendiri seringkali tidak tersentuh

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara