salah kaprah disorientasi

saat usia kita menjelang 20 tahunan , setiap kali temen dateng lalu tiba2 ngajak bikin lagu yg seketika … spontan kita akan menyambut dng antusiasme yang menggebu , apalagi kalau ada nada2 awal yang ‘assiikk’ terdengar ditelinga

lalu harus ada kejujuran untuk bercermin diri : “gw terinspirasi dari plat ini Yock” , sambil meminjamkan saya plat / longplay Eric Carmen … oh gitu *dalam hati saya … *lalu biasanya cukup sekali saja saya dengerin sampai di bagian verse atau sampai chorus … “dah … matiin deh , gw ngerti maksud lu” … saya biasanya akan ngomong begitu ketika plat tersebut mau diputar ulang dari awal lagi … saya menghindari ke ‘terpengaruhan’ yang semakin jauh , yang bisa berakibat hilangnya batas yg transparan antara ter-inspirasi atau meniru habis2an

salahkah perilaku diatas tersebut [?] … saya menyebutnya sebagai : ‘satu keniscayaan’ yang tidak bisa dihindari oleh kita semua , kenapa gitu [?] … karena kita semua mengadopsi satu produk budaya asing [harmony diatonal] yang diusung oleh peradaban romantic [pasca classic] … merekapun melakukan hal yang sama dengan mengeksplor nada2 classic milik Chopin , Bach , Mozart , Beethoven , tchaikovsky dll yang sudah baku untuk diubah disana sini … menjadi apa yang disebut dengan PoP [sebutan lain dari romantic]

Masalahnya adalah , ketika mereka (orang bule) mengubah … mereka menggunakan paradigma berpikir sesuai dengan cara2 mereka sendiri dalam menjalani kehidupan disekelilingnya (tradisi dan lain2 yang disebut budaya) … mereka bertutur tentang apa yang mereka rasakan dan alami sendiri secara nyata , dengan dukungan kondisi alam sekitarnya yang menghadirkan: musim panas dan musim dingin , musim gugur musim salju , musim semi yang secara signifikan turut mempengaruhi perjalanan imaginasi

lha .. saya disini hanya punya dua musim [panas dan hujan] dan tradisi sendiri yang tidak sama dengan tradisi orang2 bule disana , persoalan hidup saya disinipun tidak sama dengan persoalan orang2 bule disana … maka persoalan konten muatan atau tema dari sebuah pesan lagu adalah hal yang paling penting sebelum saya berpikir mau membuat musik yang seperti apa

https://www.youtube.com/watch?v=e5qOdHaAJ00

ini contoh kesalah kaprahan yang disampaikan Ananda Sukarlan … orang masa kini banyak yang ‘gagal paham’ memaknai modernisasi dan globalisasi …. sebetulnya orang2 itu sedang menjajah dirinya sendiri

menjajah diri sendiri … lalu ketika merasa kesakitan sendiri , koq protes kesana kemari … makanya disebut disorientasi

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara