monggo saja …

msas

penggemar musik (pop) indonesia itu banyakan fans ‘fanatik’nya dibanding dengan fans musik yg apresiatif terhadap materi / konten musikalnya … itu yang selama ini membuat saya ‘capek’ melayani orang2 yang ingin membahas perjalanan musik indonesia … mereka semua belum ‘ada’ atau paling tidak hanya tau perjalanan kisahnya lewat berbagai berita sebatas dari mulut kemulut namun kebanyakan merasa sudah yang paling tau semua

*celah inilah yang dimanfaatkan oleh pedagang2 berita untuk jualan isyu kepada industri2 musik indonesia … industri koorporasi maupun ‘industri indie’ … (tapi itu bahasan lain yang bukan untuk saya tulis di status ini)

saya bukan pemusik sebatas diwilayah kursi piano yang saya duduki , saya bahkan sering tidak terlalu peduli dng kapasitas instrumentasi yang bisa saya kuasai … saya adalah satu dari segelintir seniman2 musik indonesia yang bekerja berdasarkan visi dari disiplin arsitektur ketika hendak meng-implementasikan gagasan

kejengkelan yang selama ini menumpuk membuat saya lebih baik menyingkir dari komunitas2 pergaulan tertentu yang beradu pendapat tanpa bekal data sebagai fakta obyektif yang memadai … menyingkir pula dari kelompok2 yang merasa terganggu dan berpikir bisa melakukannya sendiri tanpa saya terlibat disana lagi … monggo , buktikan saja sendiri … saya ‘tak menyibukkan diri dengan urusan saya sendiri

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Comments are closed.

elektronik sigara