fuck the mainstream

Jangan mengalihkan perhatian dan memutar balikkan fakta realitas … “sekedar menjadi korban dan justru malah harus dilindungi” … Indonesia memang lagi menjadi tempat bersarangnya ‘setan2 jaman’ , pantas saja kalau bermunculan perlawanan dari faham fundamentalis yang ekstrimnya seimbang

ketika saja menjadi remaja junkies sekalipun … saya menghadapi hukum ‘sosial’ yg konsekwen harus saya terima , demikian pula ketika gagal dalam mengelola pernikahan pertama … namun pelanggaran etika dan moralitas yg berlaku diranah publik selangkah kakipun pantang saya untuk menerjang … jangankan pada diri sendiri … kepada anak2 keturunan saya sekalipun HUKUM harus ditegakkan bila mereka melanggarnya .

Benarkah Indonesia masih negeri dengan masyarakatnya yang religius … Religius itu artinya patuh dan taat pada ajaran serta larangan yang paling universal serta mendasar dari ajaran2 agama apapun juga … bila iya … dimanakah diletakkannya sanksi moral maupun sosial bila ada warga rakyatnya yang … ‘gokil’

Ketika mental , etika dan moral masyarakatnya terusik … dimanakah suara dari para PEMIMPIN BANGSA yang seharusnya berdiri didepan mengambil SIKAP .

seandainya ‘perilaku video cabul’ tersebut dilakukan oleh orang2 yg profesinya memang “pekerja seks komersial” atau bahkan anak2 abg sekolahan yang tak di-duga2 , saya yakin pasti sudah banyak tokoh2 yg mengaku tokoh agama maupun birokrasi pemerintahan yang ‘berisik’ nggak karuanan seperti orang yg kebakaran jenggotnya …

Namun , ketika pelakunya adalah pelaku bisniz dunia industri hiburan , yang notabene menyangkut kepentingan ekonomi pihak2 tertentu , serta koceknya pasti berisi tebal (mungkin berharap bisa di-bagi2) … apalagi cantik dan rupawan :(

FUCK YOU! …. Iblis itu wajahnya tidak menyeramkan tau!

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Comments are closed.