Kantata Barock?

“kenapa musisi kita sudah tua2 koq pada ribut?” [tentu kalo masih muda akan saya ajak berantem] Inilah pola & cara berpikir generasi instan / alay yang berharap semua orang harus berpikir seperti apa yg mereka pikirkan

Tak heran jika semua tatanan/aturan dan nilai2 dalam bermasyarakat diterjang , sehingga nyaris tak ada satupun wilayah dalam ber-peri-kehidupan yang bisa dijadikan panutan. Kita tidak boleh tunduk pada kehendak2 berdasarkan azas mayoritas yang sableng

Ini jargon lama: Tahun Baru rencana baru perilaku baru: BERANTAS KKN , Korupsi Kolusi Nepotisme. Tangan-Tangan Hukum pun sudah bekerja menjerat seluruh lapisan aparatur birokrasi Pemerintahan Negara. Bagaimana dengan BERANTAS KKN ditataran masyarakat sipilnya … jawabnya: tolong dong , idola saya jangan di sentuh2 , kita kan butuh panutan untuk sama2 melawan koruptor dan penindasan

Bagaimana bisa dunia berkesenian dianggap menjadi alat2 perjuangan yang tidak akan mengingkari suara hati nurani , jika a/n seni kesewenangan2 yang berdiri diatas kekuasaan materi masih saja melindungi cara2 manipulasi , kebohongan2 yang direkasaya , layaknya cara ORBA itu sendiri.

jsop

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Comments are closed.