kebenaran bagi kebaikan

truth

Negara yang baik diatur dalam sebuah pemerintahan yang benar

Pemerintahan yang benar mengatur , agar segenap warga negaranya bisa bekerja untuk membayar pajak serta membiayai kebutuhan hidupnya .

Pemerintahan yang disebut dalam bahasa asing “good governance” , selain bebas dari perilaku manipulatif korup aparatnya sendiri … juga pemerintahan yang harus melahirkan produk hukum / berbagai peraturan :

a. perlindungan terhadap hak-hak ekonomi warganya dari penjajahan ekonomi bangsa asing.
b. perlindungan terhadap nilai2 moralitas yg telah lama disepakati dari paham kultural suku2 bangsanya sendiri yang beragam.

Dua itu saja dululah ,

Cobalah berdialog pada ‘cermin’ , mengapa sekarang banyak orang menjadi ‘fanatis dan anarkis’ , bukankah itu disebabkan karena semangat kebersamaan dalam falsafah gotong-royong kita telah tercabik dan terkoyak , ditambah lagi ‘hukum negara’ tidak mampu tampil saat masyarakatnya membutuhkan perlindungan produk hukum2 yang dibutuhkan ?

Ketika hukum berbunyi dan terbaca dari lembaran2 kertas , namun tanpa aktualitas yang mampu menjawab adil bagi persoalan yang dihadapi rakyatnya , harus bagaimana dan disudut manakah rakyat yang disebut sudah merdeka itu harus menempatkan posisinya.

Ada slogan pemberantasan korupsi menggebu-gebu , namun dalam pelaksanaannya setengah hati … sebab menyangkut kepentingan ‘bayangan masa lalu’ pejabat2 tertentu . Ada mayat / jenazah teroris yang menistakan hak2 hidup orang lain … namun aparatpun memperlakukan penistaan jenazah dengan cara2 yang kurang lebih tak ada bedanya dengan para teroris yg tak menghormati norma2 bagi umat yang beragama .

Saat para birokratnya terus sibuk bertengkar memperdebatkan ‘kalimat prosedur’ , rakyat sudah berjejer mengantri menunggu hasil yang konkrit .

Lalu saya bertanya dalam hati : untuk apa saya punya negara bila tak memiliki pemerintahan yang sanggup mengurus negara dengan baik .

Lalu saya bertanya dalam hati : untuk apa saya harus menghormati ajaran agama , bila agama tidak menghormati nilai2 kemanusiaan universal .

Lalu saya bertanya dalam hati : Tuhan … turunkanlah isyarat “the truth” yang lebih jelas , agar persoalan ini bisa segera diselesaikan “the rights” dengan tuntas .

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Comments are closed.