Lepaskan!

 

Bisa saja kita berkawan dengan baik , didunia maya maupun didunia yang nyata. Namun , ketika disadari langkah ternyata saling berseberang maka tak ada rasa sungkan atau segan bagiku untuk melontarkan kritik kepadamu.

Kritik bisa berwajah santun , jika hubungan bathin yang melandasi dialog/komunikasi secara kultural memang memungkinkan . Kritik bisa berwajah ‘kasar’ bila batas2 wilayah etis ‘personal’ yang dijunjung tinggi oleh setiap orang dilanggar.

Tidak ada pembenaran demokratis untuk dijadikan alasan , dimana orang bisa berpendapat sesukanya sendiri atau bahkan berdasarkan dukungan mayoritas-nya secara begitu saja. Tanpa argumentasi yg bisa dipertangung jawabkan , diterima akal sehat … baik secara nalar maupun logika serta dengan kadar bobot muatan yg juga ‘ilmiah’ , semua itu hanya kalimat / kata-kata yg keluar dari mulut2 yang memproduksi sampah

Dua hal yang berbeda , antara upaya menjalin persahabatan dengan sesama manusia … dengan kesadaran inhern untuk menjaga kualitas hidup yang dipikul oleh masing2 individu manusianya itu sendiri.

Bukan bermuka ‘dua’ jika aku ber ‘baik-baik’ pada orang tertentu , tapi sekaligus juga berlidah ‘tajam’ pada mereka. Bagiku ini semacam ‘pendidikan politik’ yang mendasar dalam diriku sendiri , untuk bisa lepas dari jerat anomali warisan tradisi yang buruk … naluri feodalisme!

jsop

 

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.