mainan asumsi

tahukan anda semua , bahwa dalam hidup ini yang paling berkuasa adalah ‘asumsi’ yang digunakan sebagai alat tolak ukur untuk menjalani kehidupan bermasyarakat dan berbangsa hingga ber-negara … asumsi bersifat meredam dan melindungi kebersamaan jika berada pada posisi yang netral , namun berbahaya dan memecah-belah ketika dikuasai oleh kepentingan2 sepihak

asumsi adalah alat ‘permainan’ tingkat tinggi yg bisa digunakan untuk menyebut saya sudah tua dan mandul tak berkarya lagi , sudah ketinggalan jaman dan seterusnya . Asumsi yang bisa membenarkan bahwa anda adalah anak kemaren sore yang tidak ada apa2nya dibanding dng orang2 terdahulu yg telah berbuat sesuatu. Komparasi-komparasi dalam berbagai hal apa saja yg bisa dipakai untuk menemukan legitimasi yg dibutuhkan guna merancang satu tujuan

asumsi lahir dari kumpulan fakta obyektif yg ditemukan lalu dikatagorikan di analisa , selanjutnya analisa disimpulkan dan diverifikasikan. Proses2 diatas melahirkan ilmu retorika , permainan bahasa. Dalam perkembangan selanjutnya , hasil fakta obyektif dengan Retorika bertemu dengan kemampuan manusia menciptakan temuan2 tehnologi . Ketiga unsur tersebutlah yang dikenal dengan Humaniora atau ilmu kemanusiaan.

Ada yang missed pada kita selama ini (dari ketiga unsur diatas) , oleh karena itu perilaku kemanusiaan kitapun cenderung menjadi porak poranda

About the Author

Bukan jurnalis bukan pejabat bukan juga politikus apalagi tentara....wong cuman seniman. Ibarat cermin bagi elok rupa maupun cermin bagi buruk rupa. Jangan membaca tulisan saya bila tampilan buruk rupa anda enggan dibaca.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.