Pangeran brengsek [kantata]

Alkisah ada sebuah cerita tentang sebuah negeri antah berantah. Dikaki langit dipucuk bukit dipermukaan ombak yang ganas mengawang diatas angin . Seorang raja duduk terpekur berkutat dengan tumpukan kertas diatas mejanya, lalu merenung lagi dan terpekur kembali..dan seterusnya
Semakin sempit kesempatan untuk bisa berdiri dan berjalan menengok jendela agar dapat menyaksikan apa yang terjadi diluar sana. Tumpukan kertas-kertas yang baru datang semakin gencar, saling berebut untuk bisa berpartisipasi dihadapannya.
Suara kegaduhan di ruang sebelah memecah keheningan…
“itu tidak sesuai keinginannya…, ini keinginannya”
“itu tidak sesuai harapannya…, ini harapannya”
“beliau sedang berduka…., tidak!.. dia sedang bersuka cita”
“beliau menangis….., tidak!.. dia sedang terbahak dalam hati”
(Punggawa-punggawa layaknya”pangeran” bergerombol serta kasak-kusuk disetiap hari… seketika menjelma jadi prajurit yang gagah berani , ketika sang raja ingin ke toilet .)

















pangeran brengsek sama bento sodaraan ga mas???
yahhh….sudah kubilang jangan protesss…
saya seneng banget sebenarnya dengan komposisi musik lagu ini, cuma saya rada terganggu dengan gitarnya mas djodi. kayaknya gimana gitu, ga nyambung kalo menurut kuping saya..
tapi ga tau juga ya kalo menurut mas yockie, lha wong sampeyan director musik-nya waktu itu je..
jangan2 sampeyan “kompromi” ya waktu itu?? (takut ga enak sama beliau, lha wong komandannya kok dilawan)
nyuwun pangapunten nggih mas, namung guyon…
@PatoeL, wong nggak protes…! cuman ngedrumeelll…hehehe
–> weiitts…semenjak album tersebut…saya bukan lagi “direknya-tur” disana . Tapi semua orang jadi direknyator-nya..hehehe.
Dan…nggak ada komandan2an lagi mas…semuanya “prajurit” strip “satu”
Enakan mana mas, jadi pangeran brengsek sama paman doblang??? Hehehe….
Setelah eet ga ngisi di Kantata lagi, jadinya kabur je.. antara swami sama kantata????
nah itu dia….sampeyan ‘peka’ juga ya…:)
o y Mas…
)
masih penasaran juga..
Njenengan kok ndak ikut ngolah Dalbo ada sebab apa mas? Apa benar sebab ketidakpraktisan penggarapan (musti harus ada workshop dulu) dan tidak mengikuti perkembangan jaman ?
Tanpa sentuhan njenengan, DALBO memang jadi beda dari SWAMI. Klentang klentung suara piano yang khas terdengar di SWAMI ga ada, yang ada malah GameWatch (gembot
Dari dulu masih penasaran Mas…moga2 terjawab…walopun OOT
pokoknya ada yang ‘hilang’ ketika sampeyan menghilang../kekekeke
LASKAR CANGKEM
ANGREM
MAREM
WAREG NING WARTEG
EEEEEEEEEEEEEEEEGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHH!!!!!!
eeee GGHH
EEE EEE
EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEgggggghh!!
Laskar Cangkem…bwahahaha
Sesungguhnya yang disebut “pangeran” kegelapan itu ya jenis orang-orang kayak begitu.
Wis elek rupane, e..alah ko elek men thooo…prana-ne!!!
wiswiswis…! Uelek kuabeh kuwi jejeran ‘ngabdi cangkem’!!!
( sama ya, mas…eropa,amerika…kalo caper karo atasan ya koq nuorrrakke phooooollll!)
wess..pokoke’ ora dong blasss
kok do cangkem2an to??…. melu ah
para prajurit penjilat enake yo disikat wae cangkeme,ben ra iso cangkeman!!
huahaha.. cangkeme’ di suwek ae’ hihihi